
Rekap outlet masih manual
Laporan tiap outlet dikirim terpisah, lalu disalin ulang ke satu file induk sebelum bisa dibandingkan.
MASALAHNYA BUKAN KURANG DATA
Semakin banyak outlet, semakin banyak sumber yang harus dibuka sebelum satu pertanyaan sederhana bisa dijawab.

Laporan tiap outlet dikirim terpisah, lalu disalin ulang ke satu file induk sebelum bisa dibandingkan.

Angka penjualan ada di POS, sementara HPP dan pembelian bahan ada di ERP. Margin per menu baru terlihat setelah keduanya digabung.

Omzet naik saat promo berjalan, tapi belum tentu untungnya ikut naik. Membuktikannya butuh pembandingan yang jarang sempat dikerjakan.

Bahan habis di jam ramai, antrean menumpuk, atau transaksi menurun sering baru terbaca saat laporan bulanan keluar.

Nama menu, kode bahan, dan periode tutup buku tidak selalu sama antar sistem, sehingga penggabungannya rawan keliru.

Hanya satu atau dua orang yang paham cara merangkai datanya. Saat mereka sibuk, seluruh laporan ikut tertunda.
YANG MEMBUAT EDIC BERBEDA
Tidak perlu menunggu proyek konsolidasi data selesai, dan tidak perlu mengganti sistem yang sudah berjalan. edic terhubung ke data warehouse atau data mart yang sudah Anda punya, sekaligus membaca sumber yang masih berdiri sendiri.
Transaksi per outlet, per jam, per menu, lengkap dengan metode pembayaran dan kanal pemesanannya.
Pembelian bahan, HPP, stok, dan data keuangan yang menentukan margin sebenarnya.
Sumber data yang sudah tertata dan dipakai tim IT, bisa dibaca langsung tanpa SQL.
Excel, CSV, Google Sheets, dan dokumen PDF yang selama ini dikirim lewat email atau chat.
Daftar sistem yang didukung terus bertambah. Untuk memastikan sistem yang perusahaan Anda pakai termasuk di dalamnya, sampaikan saat demo.
DAMPAK KE BISNIS
Bukan sekadar laporan yang lebih cepat jadi, tapi keputusan yang bisa diambil saat masih ada waktu memperbaikinya.
Satukan penjualan dari POS dengan HPP dari ERP supaya setiap menu terlihat kontribusi untungnya, bukan hanya jumlah terjualnya, sehingga keputusan menaikkan harga, mengubah porsi, atau menghentikan menu punya dasar angka.

Baca pola transaksi per jam dan per hari di tiap outlet supaya belanja bahan dan jadwal shift mengikuti permintaan yang sebenarnya, bukan perkiraan dari pengalaman satu dua orang.

Bandingkan periode promo dan non promo beserta dampaknya ke margin dan ke menu lain, supaya anggaran promo berikutnya diarahkan ke program yang sudah terbukti menambah laba.

Pantau transaksi, kejadian bahan habis, dan rata-rata nilai pesanan tiap outlet secara berkala, sehingga kunjungan dan perbaikan bisa diarahkan ke lokasi yang paling membutuhkan.

Hubungkan pemakaian bahan dengan penjualan aktual supaya selisih antara yang seharusnya terpakai dan yang benar-benar terpakai terlihat per outlet, lengkap dengan menu yang paling berkontribusi pada selisih itu.

Satukan laporan seluruh outlet jadi satu materi dengan definisi metrik yang seragam, sehingga waktu rapat habis untuk membahas tindakan, bukan untuk mencocokkan angka antar divisi.

ALUR KERJA
Pekerjaan yang biasanya menghabiskan beberapa hari, dan bagaimana alurnya berubah.
Sumber data dihubungkan sekali di awal
Cara yang berjalan sekarang: Minta rekap ke tiap kepala outlet
Pertanyaan diajukan dalam bahasa sehari-hari
Cara yang berjalan sekarang: Tunggu file masuk satu per satu
edic menyatukan data dari semua sumber
Cara yang berjalan sekarang: Samakan nama menu dan periode secara manual
Temuan disertai penjelasan penyebabnya
Cara yang berjalan sekarang: Gabungkan dengan data HPP dari sistem lain
Grafik dan presentasi ikut dibuatkan
Cara yang berjalan sekarang: Susun grafik dan slide untuk rapat
Bulan depan cukup dijadwalkan
Cara yang berjalan sekarang: Ulangi seluruhnya bulan depan
PERAN
Tiap peran butuh potongan informasi yang berbeda dari data yang sama.

Belum terjawab di sini? Tim kami siap membantu.
Tidak. edic membaca data dari sistem yang sudah berjalan. Yang dihubungkan adalah sumber datanya, bukan menggantikan sistemnya.